Sesuatu yang gaib merupakan sesuatu yang tidak tampak secara kasat mata. Sebenarnya keberadaan makhluk ghaib seperti jin telah disebutkan di dalam Al Qur'an pada surat Adz Dzariyat ayat 56.
Allah SWT berfirman,
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.
Begitu juga dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,
"Malaikat diciptakan dari cahaya dan jin diciptakan dari nyala api dan Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan kepada kalian (tanah)."
(HR. Muslim).
Namun demikian, kita tidak diperbolehkan berbicara tentang sesuatu yang gaib hanya berdasarkan akal pikiran belaka atau bersumber dari bisikan-bisikan gaib, mimpi-mimpi atau mito-mitos yang berkembang.
Kesemuanya itu harus kita filter dengan syariat Islam. Bila sesuai dan disahkan oleh oleh syariat, berati kita jadikan pilar keimanan.
Namun bila menyimpang atau bertolak belakang dari syariat Islam, sudah tentu wajib kita tolak kebenarannya. Seperti pada kasus berikut, dimana seorang ayah tega membunuh anaknya sendiri karena mengikuti bisikan gaib.
Bukankah perbuatan tersebut adalah perbuatan dosa yang berlipat ganda, tidak hanya dari perilaku syirik, namun juga pada dosa karena telah menghilangkan nyawa manusia.
Mengikuti bisikan ghaib dari Jin, sama halnya ia lebih mempercayai jin sebagai pedoman hidupnya daripada mengikuti syariat Allah SWT.
Oleh karena itu Rasulullah SAW selalu menuntun umatnya agar selalu mengikuti syariat Islam.