Minggu, 15 Juli 2012

Agar Cepat Naik Haji

Ibadah haji itu berat, namun orang tidak pernah kapok untuk berangkat ke Tanah Suci, Makkah. Yang memberi daya tarik untuk selalu ketagihan berangkat haji antara lain adalah nikmat ibadah dan doa sering dikabulkan.

Setiap orang seringkali mendapatkan pengalaman-pengalaman spiritual yang dapat menambah keimanan dan penghayatan keislaman. Pengalaman-pengalaman spiritual itulah yang kemudian disebut sebagai keajaiban. Ada yang mengatakan proses ibadah haji itu semacam pengalaman hidup yang dipadatkan.

Artinya apa yang kita tanam berupa kebaikan, maka kita akan panen kebaikan, dan sebaliknya apabila kita banyak menanam kejahatan maka kejahatan pula yang akan kita panen. Dalam proses perjalanan haji, balasan kebaikan akan cepat diperoleh dan teguran kesalahan akan selalu sering dan cepat dirasakan.

Kelancaran ibadah haji ini sering tidak ditentukan hanya oleh faktor teknis, tapi sering ditentukan oleh hati yang bersih, ikhlas dan pasrah kepada Allah SWT. Proses perjalanan haji sering menjadi tidak lancar karena hati yang kotor berupa sombong, jengkel, hasut, iri dengki, besar kepala dan sebagainya.

Agar cepat bisa ibadah haji tentunya orang harus berusaha dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Perbanyaklah shalat malam, puasa sunnah dan sebagainya. Boleh dengan tawassul, yaitu minta didoakan oleh orang-orang yang shaleh ketika berdoa memanggil Allah SWT dengan ismul adzam (nama-nama Allah SWT yang Agung) seperti Ya Malikul Mulki Ya Hayyu Ya Qoyyum, Ya Dzal Jalali Wal Ikram, Ya Arhamarrohimin.

Selain itu, melakukan amal shaleh sebelum berdoa seperti infak, membaca Al Qur,an, i,tikaf, shalat dan lain sebagainya.

Sabtu, 14 Juli 2012

Jangan Menunda Ibadah Haji

Selain sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap orang muslim yang mampu, pada hakekatnya haji itu adalah bentuk rasa syukur seseorang kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, ketika seseorang sudah mendapatkan rezeki dari Allah SWT dalam bentuk apapun hingga mampu naik haji, maka hendaknya segeralah ia berangkat, jangan menunda-nunda lagi. Sebab kita semua tidak tahu kapan ajal akan tiba menghampiri diri kita.

Allah SWT berfirman,

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya:
padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim[1]; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah[2]. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
(QS. Ali Imran: 97).

Penjelasan:
[1] Ialah: tempat Nabi Ibrahim a.s. berdiri membangun Ka'bah.
[2] Yaitu: orang yang sanggup mendapatkan perbekalan dan alat-alat pengangkutan serta sehat jasmani dan perjalananpun aman.

Jelas bahwa kewajiban haji sangat ditekankan oleh Allah SWT, sehingga harus diupayakan. Allah SWT itu jelas Maha Kaya, insya Allah selalu ada jalan untuk seseorang yang benar-benar punya niat untuk berangkat haji

Cara Tahajud Rasulullah SAW

Ini ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim mengenai cara tahjud Rasulullah SAW. Lihat, shalat tahajud Rasulullah SAW hingga bengkak kedua telapak kaki beliau saking lamanya beliau shalat.

Nabi Muhammad SAW mengerjakan shalat malam hingga bengkak kedua telapak kakibeliau, lalu dikatakan kepada beliau,
"Mengapa engkau melakukan seperti ini ya Rasulullah, padahal dosamu yang lalu maupun yang akan datang telah diampuni oleh Allah SWT?"

Lalu apa jawab beliau Baginda Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda,
"Apakah aku tidak boleh menjadi hamba Allah yang bersyukur?"

(HR. Bukhari dan Muslim)

Jumat, 13 Juli 2012

Hukuman bagi Pembunuh

Hukuman bagi seseorang yang membunuh dengan sengaja saudaranya yang mukmin adalah neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya.

Belum cukup sampai di situ saja, namun Allah SWT juga akan murka kepadanya, mengutuknya pula.
Kalau Allah SWT sudah murka, kemana lagi orang itu akan bertempat tinggal karena bumi dan langit adalah milikNya.

Dalil yang menjelaskan hal tersebut adalah sebagai berikut.

Allah SWT berfirman,
"Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, serta mengutuknya dan menyediakan azab yang besar baginya."
(QS. An-Nisaa': 93).

Bukan manusia yang mengarang, namun Allah SWT sendiri yang mengumumkan berita ini kepada manusia.
Jadi berhati-hatilan.
Semoga kita dihindarkan dari murka Allah SWT.

Ibadah Favorit Rasulullah SAW

Adalah shalat tahajud yang menjadi ibadah favorit Nabi Muhammad SAW. Shalat tahajud merupakan shalat sunnah yang sangat disukai oleh Rasulullah SAW seperti yang ditegaskan langsung dalam Al Qur'an.

Allah SWT berfirman,

"Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan TuhanMu mengangkat kamu ke tempat terpuji."
(QS. Al Israa': 79)

Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa bagi siapa saja yang mengisi sebagian malamnya dengan shalat tahajud, Allah SWT akan mengangkat derajadnya termasuk memberikan kesembuhan atas segala penyakit, kemudahan karir dan pertolongan Allah SWT.

Suasana keheningan malam itu juga sangat tepat diisu dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT karena akan menghadirkan suasana hati dan jiwa yang terjaga. Secara tak langsung kita juga akan mendapatkan berkah ketahanan fisik.

Oleh karena itu, marilah kita saling mengingatkna untuk menyambut seruan Allah SWT ini.
bagi sebagian kalangan memang tampak berat pada awal pelaksanaan tahajud, ya karena belum terbiasa saja.

Tapi lama kelamaan akan berubah menjadi sesuatu yang ringan dan menemteramkan jika sudah biasa mengerjakannya. Bahkan bila semalam saja melewatkan tahajud, penyesalan akan hadir karena telah melewatkan waktu yang sangat berharga tersebut.

Kamis, 12 Juli 2012

Janji Allah kepada Guru Agama

Semua umat Islam memiliki tugas menjadi guru, terutama guru agama.
Oleh karena itu guru agama sangat mulia di mata Allah SWT.
Dalilnya Surat Al Faathir ayat 29-30.

Allah SWT berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

Artinya:
29. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,
30. agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri[1].

Penjelasan:
[1] Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan sebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya.

Golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.

Dari ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa mengajar agama itu hukumnya sama dengan menyiarkan Islam. Allah SWT menjanjikan surga bagi mereka yang menyiarkan Islam dengan ikhlas dan tulus tanpa pamrih.

Orang yang ahli agama dijanjikan surga oleh Allah SWT kelak di akhirat.

Al Qur'an Sebagai Syafaat di Hari Kiamat

Bagi yang suka mengaji berbahagialah karena orang yang suka mengaji itu memiliki keutamaan yang sangat banyak. Dalam sebuah hadits dari Abu Umamah Al Bahili ra berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda,
"Bacalah Al Qur'an. Maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya).
(HR. Muslim).

Jadi, Al Qur'an kelak juga akan memberikan syafaat bagi para pembacanya, sehingga mereka akan terhindar dari api neraka.

Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda,
"Orang yang membaca Al Qur'an dan ia mahir dalam membacanya, maka ia akan dikumpulkan bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al Qur'an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran."
(HR. Bukhari dan Muslim).

Yang jelas, orang yang ahli ibadah itu proses meninggal dunianya akan berbeda dengan orang-orang yang berpaling dari jalan Allah SWT. Orang yang ahli ibadah akan senantiasa meninggal dalam keadaan dan cara yang baik.

Rabu, 11 Juli 2012

Hadits Tentang Para Dukuun

Ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai dukun.
Aisyah ra berkata,
"Orang-orang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang para dukun."

Rasulullah SAW menjawab,
"Mereka bukanlah apa-apa (tidak berarti sedikitpun)."
Lalu para sahabat berkata,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka terkadang berbicara tentang sesuatu dan ternyata benar-benar terjadi."

Maka Rasulullah SAW bersabda,
"Kebenaran itu adalah sesuatu yang dicuri oleh salah satu jin, lalu ia lontarkan kepada telinga walinya (dukun) dan mereka pun mencampurinya dengan seratus kebohongan."

(HR. Muttafaq 'Alaih).

Dapat Bisikan Ghaib Bunuh Anak Kandung

Sesuatu yang gaib merupakan sesuatu yang tidak tampak secara kasat mata. Sebenarnya keberadaan makhluk ghaib seperti jin telah disebutkan di dalam Al Qur'an pada surat Adz Dzariyat ayat 56.

Allah SWT berfirman,
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.

Begitu juga dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,
"Malaikat diciptakan dari cahaya dan jin diciptakan dari nyala api dan Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan kepada kalian (tanah)."
(HR. Muslim).

Namun demikian, kita tidak diperbolehkan berbicara tentang sesuatu yang gaib hanya berdasarkan akal pikiran belaka atau bersumber dari bisikan-bisikan gaib, mimpi-mimpi atau mito-mitos yang berkembang.
Kesemuanya itu harus kita filter dengan syariat Islam. Bila sesuai dan disahkan oleh oleh syariat, berati kita jadikan pilar keimanan.

Namun bila menyimpang atau bertolak belakang dari syariat Islam, sudah tentu wajib kita tolak kebenarannya. Seperti pada kasus berikut, dimana seorang ayah tega membunuh anaknya sendiri karena mengikuti bisikan gaib.
Bukankah perbuatan tersebut adalah perbuatan dosa yang berlipat ganda, tidak hanya dari perilaku syirik, namun juga pada dosa karena telah menghilangkan nyawa manusia.

Mengikuti bisikan ghaib dari Jin, sama halnya ia lebih mempercayai jin sebagai pedoman hidupnya daripada mengikuti syariat Allah SWT.
Oleh karena itu Rasulullah SAW selalu menuntun umatnya agar selalu mengikuti syariat Islam.