Kamis, 31 Maret 2011

Penyebab Cekcok Suami Istri

Perlu dimaklumi, diantara faktor yang dapat menimbulkan percekcokan antara suami istri adalah tidak adanya perasaan saling memahami antara kedua belah pihak.
Islam telah menetapkan adanya kewajiban saling memahami antara pasangan suami istri, bahkan menganjurkan dan mewajibkan mereka untuk menunaikan hak dan kewajiban mereka secara benar.

Allah SWT berfirman,
"Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha bijaksana."
(QS. Al-Baqarah: 228).

Senin, 28 Maret 2011

Boleh Duduk Untuk Shalat

Dalam agama Islam, orang yang sakit wajib melakukan shalat fardhu dengan keadaan berdiri meskipun agak membungkuk atau bersandar ke dinding, tonggak atau tongkat.

Jika tidak mampu melakukannya dengan keadaan berdiri, maka shalatlah dengan posisi duduk.
Yang lebih afdhol adalah dia shalat dengan posisi bersila pada waktu seharusnya berdiri dan rukuk, dan bersimpuh pada waktu yang seharusnya sujud.

Minggu, 27 Maret 2011

Adil Dalam Berpoligami

Selama ini para musafir dan ulama fiqih, yang kebanyakan dari kalangan laki-laki menafsirkan bahwa adil tersebut cukup hanya dalam memberikan nafkah lahir dan batin.
Karena hanya itu yang mungkin bisa diukur.

Padahal menurut saya adil tidak hanya di situ, tapi kita harus juga adil secara psikologis.
Artinya adil dalam cinta dan kasih, dan hal inilah yang sulit dilakukan oleh seorang laki-laki dalam mencapai keadilan terhadap istri-istrinya.

Minggu, 06 Maret 2011

Terkait Wali Allah

Terkait predikat kewalian seseorang tentunya kita mengetahui bahwa setiap mukmin mempunyai potensi menjadi wali Allah.

Sebagaimana dalam Al-Quran diterangkan,
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa."
(QS. Yunus: 62-63).

Adapun karomah memang biasanya diberikan kepada para wali tersebut sebagaimana dalam Al-Quran, mereka terkadang ditampakkan karomah ketika dibutuhkan.
Seperti karomah Maryam ketika ia mendapatkan rezeki berupa makanan di rumahnya.
(QS. Ali Imran: 35).

Jumat, 04 Maret 2011

Ali Bin Abi Tholib

Ali bin Abi Tholib adalah putra pembesar Quraisy, sepupu Rasulullah dan menantu Beliau.
Hidup bersama Rasulullah SAW sejak kecil dan Beliau adalah orang yang pertama masuk Islam dari kalangan anak-anak.

Perangainya lembut, santun dan pemberani.
Hal ini terbukti saat Beliau mewakili Rasulullah di tempat tidurnya tatkala dikepung dan akan dibunuh pada malam hijrah, padahal usianya masih sangat muda.
Beliau ditinggal sendirian oleh Rasulullah di Makkah ditengah teror dan interogasi orang-orang kafir yang tengah mencari Rasulullah dan Abu Bakar.

Beliaulah yang tampil dalam perang tanding pada Perang Badar dan Perang Ahzab dan berhasil membunuh lawannya.
Beliaulah pemimpin perang dan pembawa bendera pada Perang Khoibar serta pemimpin perang mengalahkan orang-orang Khawarij.

Beliau dikenal sebagai orang yang zuhud, benci dunia dan cinta akhirat, serta memiliki nasehat yang banyak dan sangat berharga dalam mengingatkan umat Islam terhadap fitnah dunia dan keutamaan akhirat.

Beliau mengatakan,
"Dunia bagaikan bangkai.Barangsiapa yang tamak kepadanya, hendaknya dia bersabar bergulat bersama anjing-anjing yang memperebutkannya."

Kamis, 03 Maret 2011

Berinfak di Jalan Allah

Berinfak di jalan Allah SWT termasuk sifat orang yang bertakwa.
Salah satu ciri-ciri orang yang bertakwa adalah selalu berinfak di jalan Allah SWT, termasuk infak yang wajib seperti zakat dan memberi nafkah untuk keluarga, serta shodaqoh-shodaqoh yang sunnah.

Firman Allah SWT,
"Petunjuk bagi mereka yang bertakwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka."
(QS. Al-Baqarah: 2-3).

Rabu, 02 Maret 2011

Memuji Allah

Setiap perbuatan baik yang tidak dimulai dengan memuji Allah, maka tidak sempurnalah perbuatan itu.
(HR. Abu Dawud).

Selasa, 01 Maret 2011

Sabar Yang Menolong

Seringkali kita salah dalam memaknai kesabaran.
Kesabaran sering kita bawa ke dalam perspektif yang justru negatif.
Sabar menjadi sangat samar karena bercampur dengan sikap terpaksa.

Sabar yang model terpaksa ini tidak akan mendekatkan diri kita pada kemudahan dan jalan keluar.
Sabar versi terpaksa ini tidak akan menurunka tensi emosional saat diterpa musibah atau terkena hamtaman.

Kita hanya menahan jasad untuk tidak melakukan reaksi negatif, sementara batin kita justru terus bergejolak.
Seperti bom waktu, ia bisa meledak kapan saja, dan ledakannya bisa jadi akan lebih dahsyat.